Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
drejerdrejer30:   Followers: 0 ; Following: 0


Begini Langkah Mengadakan Aqiqah Secara Agama Islam



Aqiqah itu berisi memutus dan melubangi, & ada pula yang menyebarkan bahwa akikah adalah nama bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan pula bahwa akikah merupakan serabut yang dibawa si budak ketika mengembol. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menerima bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bani yang segar lahir. domba aqiqah bandung Perancang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah berarti adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik oknum atau binatang. Dinamai pun daripadanya binatang yang disembelih untuk budak yang baru lahir di dalam hari keseminggunya.

1. Kecil Hukumnya
Aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakkad, sekalipun pengampu dalam stan sulit. Aqiqah dilakukan sama Rasulullah saw. dan para sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru mengembol.

1. Nabi saw. berkata:
“Setiap bayi tergadai secara aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur & diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Putri Majah no. 3165 dan sebagainya dari saki Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan memberitahukan:
Bahwa Rasul saw. meng-aqiqahkan Hasan dan Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. & dari Salman bin Pemimpin Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, dan hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Pada setiap anak simpatik aqiqahnya, oleh karena itu sembelihlah satwa dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Abu Daud
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan tersebut agar beraqiqah dua sudut kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk momongan laki-laki serta seekor kibas untuk bayi perempuan.

6. Hadits babad Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan serta Husain lantas ia beramal dengan galuh seberat timpalan rambutnya.

tujuh. Hadits babad Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua termuda kambing yang serupa umurnya serta untuk keturunan perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki serta Anak Perempuan
Yang afdhal untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing/domba yang seiras dan umurnya bersamaan. & untuk bujang perempuan 1 ekor.
Dari Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku sudah mendengar Nabi saw. berkata:

" Untuk anak laki-laki dua ekor kibas yang serupa, dan untuk anak perempuan satu termuda. " Dan dibolehkan mono ekor sedia untuk bani. Rasulullawh saw. pernah meninggalkan yang demikian untuk Patut dan Husain r. a., seperti dalam hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah asalkan salah seorang diantara kita mempunyai budak, ia menjagal kambing dan melumuri kepalanya dengan resam kambing ini. Maka sesudah Allah mendatangkan islam, aku menyembelih wedus, mencukur atau menggundul kepala si balita dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan tentang sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Putri Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang-orang pada tanda jahiliyah bila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, meronce melumuri randu dengan resam aqiqah, kemudian ketika mencukur rambut si bayi meronce melumurkan dalam kepalanya’. Oleh karena itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah tersebut dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Waktu Penyembelihan

1. Jika mengizinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Apabila tidak, jadi pada hari ke-14. Meski yang demikian masih gak memungkinkan, oleh sebab itu pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika sedang tidak memungkinkan maka saat kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, dan pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Memberi anak identitas
- Menjatuhkan rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Adapun syarat hewan kambing yang dapat dijadikan aqiqoh ini sama beserta syarat hewan qurban (kurban) sbb:
- Kambing: simpan berusia 1 (satu) tahun dan masuk usia (dua) tahun.
- Domba: tertib berusia 6 (enam) tarikh dan menyerap bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak mahir ada bagian badan fauna yang murba.
- Dagingnya tidak larat dijual.

4. Bersamaan Renggangan Qurban dan Aqiqah.
Daripada sini tampak pertanyaan, adalah bolehkah menyatukan niat aqiqah dan persembahan? Bila hal itu diperbolehkan apakah secara otomatis persembahan yang dilakukan sekaligus siap menggugurkan imbauan akikah? Menyerempet hal berikut ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan tersebut bisa sekalian diniatkan aqiqah dan menghapuskan anjurannya. Opini ini yakni opsi yang disampaikan sambil Mazhab Hanafi dan satu diantara riwayat Ahmad. Dari kurung tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Rumpun Sirin, serta Qatadah, akur dengan pantauan ini. Meronce berargumentasi, intisari kedua ibadah sama, yaitu mendekatkan diri kepada Sang pencipta swt. dengan perantara sembelihan fauna. Keduanya dapat saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama ketika shalat tetap di Langgar disertai beserta niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menolong opsi itu.

Kedua ibadah itu tidak boleh disatukan dan tidak bisa menjatuhkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat itu disampaikan sebab Mazhab Maliki, Syafi’i, dan salah satu sejarah Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan kurban memiliki tujuan yang eksentrik. Maka tersebut, satu tentu lain bukan boleh digabung. Latar belakang serta motif papar kesunnahan kedua ibadah itu pun berselisih. Jadi, sedikit tepat disatukan. Misalnya, kompensasi yang formal di haji tamattu' & denda yang berlaku di dalam fidyah.

Post by drejerdrejer30 (2017-01-31 20:49)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2017 - postbit.com